You and Me, Critical and Criticize Culture....
Merujuk pada arti budaya menurut Kamus Bahasa Indonesia online, yang berarti sebuah kebiasaan yang sulit dirubah, dengan demikian kebiasaan kritis dan mengkritik dapat dikategorikan sebagai budaya seluruh atau sebagian atau hanya beberapa lapisan masyarakat Indonesia... mungkin dunia.
kritis memiliki banyak arti, tetapi dalam tulisan ini, yang saya maksud adalah kritis dalam arti "tajam dalam menganalisa" dan kritik yang saya maksud adalah "kecaman atau tanggapan yang sering disertai pertimbangan baik dan buruk", itu versi yang saya dapat dari Artikata.com
![]() |
| pict by blog.self-improvement-saga.com |
okey, bagian luarnya sudah cukup. point yang ingin saya shared adalah sering kali orang mengkritik dengan dalih bersikap kritis. "nah" itu dia masalahnya.
Kritik atau mengkritik di Indonesia, Identik dengan kecaman atau bersifat negatif, akibatnya orang yang dikritik merasa tidak nyaman, akhirnya menimbulkan debat kusir yang "nggak" jelas arahnya. Saya lihat ditelevisi dan mengobservasi di sekitar, begitulah kenyataannya.
Padahal sudah jelas, kritis dan mengkritik itu adalah berbeda. ketika anda mengkrtitisi mungkin hasilnya sebuah analisis mendalam tentang sebuah permasalahan yang tentunya bersifat objektif dengan didukung fakta-fakta yang bersifat objektif pula. Sedangkan ketika ada mengkritik sering kali adalah sebuah analisis dangkal tanpa fakta yang objektif, atau ada fakta namun bersifat subjektif.
Para elit sering melakukan hal ini, dan ini menjadi contoh yang tidak baik buat masyarakat. Walaupun sebenarnya, masyarakat sendiri juga sudah terbiasa mengkritik bukan mengkritisi. kenapa bisa demikian? itu juga sebuah pertanyaan besar untuk saya?
Kalau kita berbicara tentang "kritis" pada dasarnya manusia memiliki "akal" yang memunculkan logika, nah dari logika ini lah yang akhirnya memunculkan rasa ingin tahu dan berawal dari ingin tahu bisa memunculkan sikap kritis.
Sedangkan mengkritik menurut saya pribadi muncul karena adanya perasaan subjektif yang negatif/ sentimen negatif sehingga mendorong seseorang untuk mencari celah kecacatan atau kekurangan seseorang. Oleh karena itu sangat berbeda dengan mengkritisi, berbeda tujuan dan alasannya.
![]() |
| pict by http://edyprawoto.com/kemampuan-berpikir-kritis.html |
Mengkritik adalah hal yang buruk menurut saya pribadi, alasan sederhananya karena niat awalnya sudah jelek, maka hasil yang didapat juga sesuai dengan niatnya. seperti yang telah saya jabarkan. Meskipun ada istilah "kritik yang membangun" buat saya pribadi, kritik itu tidak membangun, membangun tidaknya sebuah kritik itu bergantung pada yang menerima kritik, mau direspon menjadi hal yang membangun atau mau dilawan.
"Nah" kembali kemasalah utamanya, karena mengkritik dan mengkritisi itu berbeda.. menurut saya pribadi. Jangan kemudian kita membiasakan diri untuk mengkritik dengan dalah kritis. Biasakan untuk mengkritisi, sehingga anda tidak hanya memberitahu kepada seseorang tentang kekurangannya saja, namun juga disertai dengan cara atau langkah-langkah yang bisa dia pergunakan untuk memperbaiki diri..
Buat para elit, membiasakan diri mengkritik itu tidak baik, karena mengkritik hanya akan menimbulkan dendam, dan ketika bumi itu berputar terbalik, maka giliran ada dikritik, begitu seterusnya sehingga anda hanya sibuk mengkritik dan dikritik bukannya malah melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Dan akan menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat, karena masyarakat menjadi terbiasa untuk mengkritik namun tidak berpikir mendalam untuk mengkritisi, budaya yang tidak membangun sama sekali.
just shared.... AKU dan KAMU marilah saling mengkritisi.....

