Sebuah gambaran mengenai arti KEKOSONGAN, apakah BLANK atau EMPTY ?
Judul yang aneh.... tidak ada alasan selain selintas pikiran dikepala mengenai arti kekosongan. Kalau ditranslate dalam kamus. Arti vacuum adalah kekosongan, namun kemudian kosong dalam arti BLANK? atau kosong dalam arti EMPTY? versi Englishnya, sepengetahuan saya VACUUM, BLANK, dan EMPTY berbeda makna.
"Tetapi menjadi berbeda setelah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia. KEKOSONGAN dalam arti KOSONG atau KOSONG? ini lah yang sering kali membuat bahasa Inggris menjadi ambigu ketika dialihbahasakan."
KEKOSONGAN kalau kita tarik dalam pemaknaan HIDUP, dapat menjadi BLANK sehingga kita bisa fill in the blank atau EMPTY sehingga half full half empty itu ada artinya.
Tentu dua kalimat tadi maknanya berbeda bukan?
ketika kita BLANK, makanya kita perlu FILL IN THE BLANK, kita mengisi atau melengkapi kekosongan tersebut dengan sesuatu yang TEPAT tentu saja. Layaknya sebuah puzzle, hidup kita memang berisi potongan-potongan cerita dengan berbagai latar setting yang apabila disusun dengan tepat akan membuahkan sebuah gambaran utuh tentang HIDUP KITA, sehingga kita bisa bilang "it's my life"
Mudahnya adalah, kita sendiri yang menentukan gambaran yang seperti apa yang akan kita susun menjadi utuh. Sepertinya mudah, ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

kemudian ketika EMPTY, harusnya kita HALF FULL HALF EMPTY, dalam hal ini jelas sistem keseimbangan menjadi sangat berperan. sehingga dalam hal ini kita memang perlu KEKOSONGAN. kenapa demikian? karena kekosongan dalam hal ini menciptakan sebuah hasrat untuk berupaya menjadi FULL atau penuh. Perlu disadari bahwa, kita tidak akan benar-benar bisa merasa full, karena kalo kita full kita tidak akan adalagi yang namanya hasrat atau gairah. Ini berbahaya, seperti orang schizoprenia, tanpa gairah, hasrat, dan minat. Dengan adanya hasrat/ gairah/ minat hidup kita menjadi bertujuan dan terarah.
Maksud dan pointnya adalah.... Saya sering sekali mendengar atau melihat atau mengamati orang yang mengalami KEKOSONGAN dalam sebuah hubungan, dan mereka kemudian memutuskan untuk "SUDAH"
dengan kita bisa mendeskripsikan KEKOSONGAN yang seperti apa yang kita maksud, kita bisa tahu mengatasinya agar tidak berakhir "SUDAH". Secara teoritik memang tidak ada KEKOSONGAN dalam arti blank atau Empty, namun saya bukan berteori. Saya hanya membuat sebuah istilah agar menjadi lebih mudah.
dengan kita bisa mendeskripsikan KEKOSONGAN yang seperti apa yang kita maksud, kita bisa tahu mengatasinya agar tidak berakhir "SUDAH". Secara teoritik memang tidak ada KEKOSONGAN dalam arti blank atau Empty, namun saya bukan berteori. Saya hanya membuat sebuah istilah agar menjadi lebih mudah.
KEKOSONGAN yang disebut dengan BLANK adalah ketika kita merasa "lost", tersesat, seperti kita merasa salah ambil jurusan, atau terbentur pada plihan-pilihan yang semuanya tidak kita inginkan sama sekali. Tetapi, saya ingatkan. Gambaran hidup yang kita susun, kita sendiri yang akan menentukan jadi seperti apa. Oleh karena itu ketika anda diputer bolak-balik seperti apa, anda harus ingat GAMBARAN yang sudah anda tentukan sebelumnya.
Dalam sebuah relationship, ketika awal anda berkomitmen. Maka tentukan gambar yang mudah dan sederhana, anda susun kepingan tadi menjadi utuh. kemudian lanjutkan dengan puzzle yang atau gambaran yang lebih besar dan susunlah perlahan bersama pasangan anda. maka FILL IN THE BLANK berlaku disini.
Dalam sebuah relationship, ketika awal anda berkomitmen. Maka tentukan gambar yang mudah dan sederhana, anda susun kepingan tadi menjadi utuh. kemudian lanjutkan dengan puzzle yang atau gambaran yang lebih besar dan susunlah perlahan bersama pasangan anda. maka FILL IN THE BLANK berlaku disini.
KEKOSONGAN yang disebut EMPTY adalah ketika kita merasa tidak ada kerjaan atau ketika hidup kita monoton, kehilangan gairah, dan itu-itu saja. lebih jelas lagi kalo kita amati di dalam sebuah "hubungan", ketika itu disebut BOSAN sehingga hal sepele menjadi masalah besar, ketika habbit berubah menjadi masalah, ketika ketersediaan waktu menjadi hambatan, dan sebagainya, sehingga kita mengalami KEKOSONGAN. Maka ingatlah HALF FULL HALF EMPTY, buatlah hubungan positif yang tidak terburu-buru, beri jeda, beri ritme dalam hubungan yang dibangun, sehingga tidak seperti meminum air yang langsung kekerongkongan, namun perlahun-lahan seteguk demi seteguk. Ketika ada merasa FULL, tumpahkan sedikit untuk memberi sedikit ruang dan menjadikannya kosong. Kemudian anda berdua yang akan mengisinya kembali perlahan-lahan
sebuah pemaknaan sederhana dalam hal ini adalah, ketika menjadi sebuah hubungan. Jangan buru-buru anda menginginkan FULL, dan buatlah sebuah gambaran sederhana yang semakin lama-semakin besar dan Indah, namun anda punya keinginan untuk menuntaskannya secara perlahan menjadi utuh.
Life is simple, Make it simple, Simple things simple Way

0 Comment to "VACUUM.... blank or empty?"
Posting Komentar