the tittle is little weird maybe... hahaha there's "the" above an Indonesia words, whatever lah. Akhirnya nulis juga, setelah menghabiskan 4 jam berkutat dengan film yang nggak jelas juntrungannya "the descendent" and "the art getting by" dua film yang jelas berbeda, "a lot"
"The Descendent" menceritakan tentang sebuah konflik keluarga, berhubungan dengan perselingkuhan, anak-anak yang bandel, dan budaya kepulauan hawai, nice island, i'll took it to my vocation plan. Dan "the art getting by" tentang gaya hidup remaja amerika yang bandel, semau gue, rawan konflik di sekolah dan keluarga, loneliness, such a terrible life as teenager includes the love story.
the point is everyday in our life we had a lot of problems, and in the certain time we lost our faith and need the motivation booster, and the worst is we didn't have it, so? what could we do? where just alone, wait to the next day, hope that when we closed our eyes and opened it will be miracle and our problems had solved.
Hahahaha... it's humanly maybe...
hubungannya dengan teh jahe?? NOTHING,
kidding
tiba-tiba saja saya kepikiran "the teh jahe", salah satu menu minuman di Angkringan yang jarang sekali saya dengar orang memesannya. Entah kenapa? mungkin karena bukan perpaduan dua hal yang pas, atau karena jahe akan tidak terlalu "nyegrak", kalau bahasa saya, jika diolah bareng susu daripada dengan teh.
tetapi menurut saya, itu sebuah perpaduan yang pas, teh yang memberikan ketenangan dicampur dengan jahe yang menghangatkan, tenang dan hangat. Dalam situasi yang saya ceritakan di atas,salam kondisi yang kita benar-benar ngerasa capek dengan semua permasalahan yang ada, sering kali yang kita butuhkan adalah "kehangantan dan ketenangan" hangat dalam perhatian dan tenang untuk mencari penyelesaian.
Itulah sensasi dari teh jahe, "hangat dan tenang", ketika ada meminumnya perlahan, coba rasakan sensasi hangat yang perlahan turun membasahi krongkongan, aroma teh dan jahe yang tercium saat anda meminumnya memberikan sensasi aromaterapi yang menenangkan.
Itulah sensasi dari teh jahe, "hangat dan tenang", ketika ada meminumnya perlahan, coba rasakan sensasi hangat yang perlahan turun membasahi krongkongan, aroma teh dan jahe yang tercium saat anda meminumnya memberikan sensasi aromaterapi yang menenangkan.
sama dengan kopi, teh jahe bukan sesuatu yang mudah dibuat, maksud saya tidak mudah membuat teh jahe yang "menghangatkan dan menenangkan" sering kali jahenya terlalu "nyegrak" atau tehnya kalah kental dengan jahenya sehingga tehnya tidak berasa, atau perpaduan keduanya menghilangkan rasa manis dari gula sehingga hambar jadinya.
Demikian Dalam hidup, nggak banyak orang yang bisa jadi seseorang yang "hangat dan tenang" buat orang lain, membuat orang yang sedang dalam masalah dapat menyelesaikan masalahnya dengan pikiran jernih dan tanpa keraguan. Tidak banyak orang yang bisa demikian, sering kali ketika kita bercerita dengan orang lain, mereka membiarkan kita larut dalam gumpalan emosi yang tidak jelas mau kita apakan energi sebesar itu atau membuat kita terjebak pada asumsi asumsi mereka tentang masalah kita, membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, tidak kalem sama sekali. Berbeda dengan orang yang bisa menjadi
the teh jahe
Buat calon psikolog, sebaiknya anda belajar untuk menjadi demikian, orang yang hangat akan membuat siapa saja yang bermasalah merasa nyaman untuk bercerita dan shared tentang masalahnya, sedangkan orang yang tenang akan membuat orang lain menjadi "calm" dan jernih dalam berpikir untuk menemukan solusi yang terbaik tentang masalahnya.
the teh jahe
Buat calon psikolog, sebaiknya anda belajar untuk menjadi demikian, orang yang hangat akan membuat siapa saja yang bermasalah merasa nyaman untuk bercerita dan shared tentang masalahnya, sedangkan orang yang tenang akan membuat orang lain menjadi "calm" dan jernih dalam berpikir untuk menemukan solusi yang terbaik tentang masalahnya.
Tidak hanya psikolog, siapapun yang sedang punya masalah saya sarankan untuk meminum teh jahe, mencari sensasi "hangat dan ketenangan" dalam seruputan the teh jahe.