Rabu, 25 April 2012

Angkringan "to love somebody" part 2

akhirnya sempet juga nulis blog.... sibuk ngurus bayi my man.... what? bayi? adikku maksudnya... sekilas info aja, gara2 ortu pergi liburan, terpaksa aku merelakan 10 hari duniaku diambil secara halus untuk mengurus rumah beserta isinya.... *menyedihkan. 

ditulis dengan mendengarkan The Fray "i can barely say" in my own room at 18:59

ANGKRINGAN "to Love somebody" part 2

"itu sama halnya dengan kita mencintai hidup  dengan jalan yang kita cinta kan?" seseorang berpenampilan punk ternyata ikut menyimak obrolan kita. "Yah begitu lah mas, mas mencintai hidup mas dengan menjadi seorang punkers, dengan cara itu lah mas dapet ngerasain meaningful life, kebermaknaan hidup" bapak itu berseloroh. Sepertinya dia orang psikologi... aku begumam... "tapi, mohon maaf bapak dan masnya nih, apa iyah hidup jenengan yang punkers itu bermakna, secara kalo dari kata "makna" itu kan artinya berarti atau mengandung arti. dan dengan demikian apa arti menjadi punkers, mohon maaf ini sebelumnya", kataku sopan.
"pertanyaanmu bagus mas. nggak semua punkers seperti yang ada dalam kepalamu" jawabnya meninggi. "punk itu sebuah jalan hidup di mana aku bisa bertanggungjawab atas semua yang aku pikir dan lakuin" dia melanjutkan.
mataku terbelalak kaget, seorang punkers yang identik dengan gaya hidup begundal berandal, punya pikiran yang "wow" dan disampaikan dengan sederhana - baca sopan. "itu lah punk mas, itu lah makna hidup buat saya. saya bukan orang yang lembek dididik dengan uang, saya orang yang dididik dengan keras oleh jalanan untuk selalu belajar menghargai hidup saya" dia menambahkan dengan berapi-api. 

yah itu lah mas, makna hidup. Pemaknaan itu masing-masing, karena orang punya persepsi dan kemampuan berpikirnya masing-masing" bapak itu meluruskan dengan bijaksana. "pemaknaan hidup ini lah yang akan menjadi nilai kita dalam berperilaku dan menapaki setiap jejak kehidupan kita" wow.. seperti motivator saja bapak ini. 

"Saya dari Sidoarjo, saya khusus ke Jogja hanya untuk mengunjungi teman saya ini", dia menepuk pundak penjual angkringan. "karena buat saya, persaudaraan lah yang membuat saya bermakna, maka saya mengikat persaudaraan dengan siapa saja dengan cara yang saya cinta... musik dan berdiskusi" mengakhiri kalimatnya dengan menyeruput teh nasgitel khas angkringan.

Perbincangan hangat ini ditutup dengan lagu John Lennon yang Imagine, dengan ukelele tangan itu menari, memetik gitar dengan lembut dan suaranya yang merdu. Sometimes we must have a time to share sir... glad to know and see you...

Begitulah saya belajar dari teman dan saudara baru saya, tidak banyak yang kita tahu di dunia ini, sampai akhirnya kita membaca langsung dari sumbernya, itu lah kenapa membaca bukan hanya berteori.

Share this

0 Comment to "Angkringan "to love somebody" part 2"

Posting Komentar